Kamis, 16 Februari 2012

SEPUTAR SEX DAN REMAJA


MITOS DAN FAKTA 
SEPUTAR PERMASALAHAN DAN 
KEBIASAAN SEXUALITAS REMAJA

Berikut ini adalah sebagian mitos-mitos seksualitas yang banyak beredar di sekitar remaja kita hasil dari inventarisasi lembaga KISARA (Kita Sayang Remaja) dan mungkin juga menjadi pendapat kita selama ini:


1. Berhubungan seks dengan pacar merupakan bukti cinta.


Faktanya, berhubungan seks bukan cara untuk menunjukan kasih sayang pada saat masih pacaran, melainkan karena disebabkan adanya dorongan seksual yang tidak terkontrol dan keinginan untuk mencoba-coba. Rasa sayang kita dengan pacar bisa ditunjukkan dengan cara lain.


2. Hubungan seks pertama kali selalu ditandai dengan keluarnya darah dari vagina.


Faktanya, tidak selalu hubungan seks yang pertama kali itu keliahatan berdarah. Apabila komunikasi seksual terjalin dengan baik dan hubungan seksual dilakukan dalam keadaan siap dan disertai foreplay yang cukup bisa tidak memunculkan adanya perdarahan.


3.Loncat-loncat setelah berhubungan seks tidak akan menyebabkan kehamilan.


Faktanya, ketika spermatozoa sudah memasuki vagina, maka spermatozoa akan mencari sel telur yang telah matang untuk dibuahi. Loncat-loncat tidak akan mengeluarkan spermatozoa. Jadi, tetap ada kemungkinan untuk terjadinya pembuahan atau kehamilan.


4. Selaput dara yang robek berarti sudah pernah melakukan hubungan seksual atau tidak perawan lagi.


Faktanya tidak selalu demikian. Selaput dara merupakan selaput kulit yang tipis yang dapat meregang dan robek karena beberapa hal. Selain karena melakukan hubungan seks, selaput dara juga bisa robek karena melakukan olah raga tertentu seperti naik sepeda dan berkuda. Karena itu, robeknya selaput dara belum tentu karena hubungan seks, malah ada juga perempuan yang sudah menikah dan berhubungan seks berkali-kali tapi selaput daranya masih utuh dan tidak koyak karena selaput daranya elastis.


5. Keperawanan dapat ditebak dari cara berjalan dan bentuk pinggul.


Faktanya, keperawanan tidak bisa dilihat dari bentuk pinggul atau cara jalan. Keperawanan kadang dipandang dari 2 sisi, bagi yang memandang dari sisi fisik saja (ini berkaitan dengan selaput dara), tapi hanya bisa diketahui melalui hasil pemeriksaan dokter. Jadi hanya dari pemeriksaan khususlah yang memungkinkan diketahuinya selaput dara robek atau tidak serta kemungkinan penyebabnya. Hanya saja keperawanan kembali lagi bukan cuma fisik. Kedua, dari sisi psikososial yang mengacu pada apakah seseorang perempuan sudah pernah melakukan hubungan seks atau belum. Ini sebaiknya yang dijadikan acuan, tetapi keperawanan bukan berarti segalanya di hari begini.


6. Dorongan seksual laki-laki lebih besar daripada perempuan.


Faktanya, dorongan seksual merupakan hal yang alamiah muncul pada setiap individu pada umumnya dimulai saat ia menginjak masa pubertas (karena mulai berfungsinya hormon seksual). Dan ini sangat wajar dan seimbang baik pada laki-laki maupun perempuan. Faktor yang mempengaruhi dorongan seksual antara lain kepribadian, pola sosialisasi, dan pengalaman seksual. Dorongan seksual perempuan sering disebut-sebut lebih kecil dari laki-laki kerena lingkungan menganggap perempuan yang mengekspresikan dorongan seksualnya adalah perempuan yang “nakal atau kurang baik” , sementara laki-laki tidak pernah dipermasalahkan.


7. Perempuan yang berdada besar dorongan seksualnya besar.


Faktanya tidak seperti itu. Secara medis, tidak ada hubungan langsung antara ukuran payudara dengan dorongan seksual seseorang. Dorongan seksual itu ditentukan oleh kepribadian, pola sosialisasi, dan pengalaman seksual (melihat, mendengar, atau merasakan suatu rangsangan seksual).


8. Masturbasi (Ngocok, Cokil, Coli) bisa menyebabkan lutut kopong.


Faktanya, masturbasi tidak menyebabkan lutut menjadi kopong. Spermatozoa tidak diproduksi dan tidak disimpan di dalam lutut, melainkan di testis. Mungkin setelah masturbasi, biasanya timbul rasa lelah, karena masturbasi mengeluarkan banyak energi. Itulah yang membuat menjadi lemas, jadi bukan karena lututnya jadi kosong.


9. Sering masturbasi bisa membuat mandul.


Faktanya, secara medis Onani atau Coli tidak menggangu kesehatan fisik selama dilakukan secara aman (tidak sampai menimbulkan luka atau lecet). Resiko fisik biasanya berupa kelelahan. Pengaruh masturbasi biasanya bersifat psikologis, seperti perasaan bersalah, berdosa dan kadarnya berbeda-beda bagi setiap orang. Kemandulan justru biasanya akibat dari IMS (infeksi menular seksual) atau penyakit lainnya seperti kanker atau karena sebab fisik lainnya misalnya kualitas sperma yang kurang baik.


10. Minuman bersoda akan dapat mempercepat selesainya menstruasi.


Faktanya, menstruasi adalah proses pendarahan yang disebabkan luruhnya dinding rahim sebagai akibat tidak adanya pembuahan. Sakit tidaknya atau lancar tidaknya menstruasi seseorang selain dipengaruhi oleh hormon juga dipengaruhi faktor psikis, bukan karena minum minuman bersoda.

11.IMS dapat dicegah dengan mencuci alat kelamin.


Faktanya tidak ada sabun atau desinfektan apa pun yang dapat mencegah IMS. Justru pada perempuan, jika mencuci bagian dalam vagina terlalu sering akan mempertinggi resiko terkena keputihan karena sabun dapat mengurangi kadar keasaman permukaan vagina yang sebetulnya berfungsi untuk membunuh kuman-kuman normal yang ada.


Mitos-mitos tersebut ternyata memang sudah hidup subur di masyarakat. Pengaruh mitos-mitos tersebut masih sangat kuat, bahkan juga di antara para remaja yang justru lagi giat-giatnya mencari informasi tentang seks dan kesehatan reproduksi. Banyak yang mempercayainya sehingga tidak jarang kita temui kasus-kasus yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi bermula dari keyakinan dari mitos-mitos tersebut. Hal itu terjadi karena tidak lengkapnya informasi tentang kesehatan reproduksi yang bisa diakses oleh remaja, baik melalui lembaga formal seperti sekolah, keluarga atau masyarakat pada umumnya.


Sekarang tergantung kepada diri remajanya masing-masing, karena mereka yang akan menjalaninya nanti. Apakah akan menelan mentah-mentah mitos tersebut ataukah akan mencermatinya lebih lanjut guna memastikan kebenarannya. Kalau kita masih terpengaruhi dengan mitos-mitos diatas, yang rugi ya diri kita sendiri. Dan bagi yang sudah mengetahui fakta yang sebenarnya, silakanlah tetap yakin dengan kebenarannya, jangan goyah. Bahkan cobalah ikut serta untuk menginformasikan fakta-fakta ini ke rekan-rekan remaja yang lainnya sehingga semakin banyak remaja yang mengerti dan makin bertanggung jawab dengan segala perilaku dan pilihannya

Senin, 30 Januari 2012

detail berita
Masturbasi tidak menimbulkan risiko fisik, seperti mandul, impotensi, dan cacat asal dilakukan secara aman, steril, tidak menimbulkan luka dan infeksi. (Foto: Cosmopolitan)


»

Masturbasi & Onani Boleh Dilakukan, Asal...

Tuty Ocktaviany - Okezone
Minggu, 18 Juli 2010 16:22 wib

MERAIH kenikmatan seksual bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, seperti masturbasi atau onani. Lantas, adakah efek samping melakukannya?

Menurut buku ”Kesproholic, A-Z Tanya Jawab Seputar Masalah Seksualitas” dari Tim Mitra INTI, masturbasi adalah menyentuh, menggosok, dan meraba bagian tubuh sendiri yang peka, sehingga menimbulkan rasa menyenangkan untuk mendapat kepuasan seksual (orgasme), baik tanpa menggunakan alat maupun menggunakan alat.

Biasanya, masturbasi dilakukan pada bagian tubuh yang sensitif, namun tidak sama pada masing-masing orang. Misalnya, puting payudara, paha bagian dalam, alat kelamin (bagian wanita terletak pada klitoris dan sekitar Miss V, sedangkan bagi laki-laki terletak pada sekitar kepala dan leher Mr P). Misalnya, laki-laki melakukan masturbasi dengan meraba Mr P-nya, wanita menyentuh klitorisnya hingga dapat menimbulkan perasaan yang sangat menyenangkan atau bisa timbul ejakulasi pada laki-laki.

Sementara itu, onani mempunyai pengertian sama dengan masturbasi. Namun ada yang berpendapat bahwa onani hanya diperuntukkan bagi laki-laki, sedangkan masturbasi dapat berlaku pada wanita maupun laki-laki. Istilah onani diambil dari seseorang bernama Onan yang sejak kecil sering merasa kesepian. Untuk mengatasi rasa kesepiannya, ia mencari hiburan dengan membayangkan hal-hal orotis sambil mengeksplorasi bagian-bagian tubuhnya yang sensitif, sehingga mendatangkan suatu kenikmatan. Nama onan berkembang menjadi onani. Istilah lain dari onani adalah swalayan, coli, ngocok, automanipulatif, dan sebagainya.

Adakah efek samping jika melakukan masturbasi atau onani? Secara medis, masturbasi atau onani tidak akan mengganggu kesehatan. Orang yang melakukannya tidak akan mengalami kerusakan pada otak atau bagian tubuh lainnya. Masturbasi juga tidak menimbulkan risiko fisik, seperti mandul, impotensi, dan cacat asal dilakukan secara aman, steril, tidak menimbulkan luka dan infeksi. Risiko fisik biasanya berupa kelelahan. Pengaruh masturbasi biasanya bersifat psikologis, seperti rasa bersalah, berdosa, dan rendah diri karena melakukan hal-hal yang tidak disetujui agama dan nilai-nilai budaya, sehingga jika sering dilakukan akan menyebabkan terganggunya kosentrasi pada seseorang.

Sabtu, 28 Januari 2012

MANFAAT OANI ATAU NGOCOK

Meskipun masturbasi sering dianggap sebagai perbuatan dosa dalam beberapa kitab suci dan juga dianggap tabu dalam beberapa tradisi dalam masyarakat, penelitian menyebutkan bahwa kegiatan masturbasi atau onani adalah aktifitas seksual yang umum dilakukan pria dan wanita.

Penelitian mencatat setidaknya ada 94% pria dan 89% wanita yang melakukan aktifitas masturbasi, setidaknya sekali dalam kehidupan mereka.

Apa Itu Masturbasi?

Masturbasi atau sering juga disebut onani adalah aktifitas seksual yang dilakukan secara manual ataupun menggunakan alat dengan tujuan meraih orgasme. Masturbasi dilakukan dengan memadukan stimulasi mental seperti khayalan erotis dengan stimulasi fisik (merangsang penis secara langsung). Selama proses masturbasi, tidak terjadi hubungan seksual penetration.
Mitos Tentang Masturbasi
Masturbasi sering dipersepsikan secara salah oleh masyarakat. Dahulu masturbasi dianggap sebagai dosa, sekarang banyak mitos yang salah seputar aktifitas ini.
Beberapa mitos yang sering kita dengar perihal bahaya onani diantaranya adalah akan menyebabkan kebutaan, pertumbuhan tubuh yang terhambat, menyebabkan kegilaan, penurunan fungsi tubuh, dianggap penyimpangan seksual, fungsi seksual berkurang dan menyebabkan gangguan neurotik.
Mitos yang paling kuat dan bertahan lama sampai sekarang adalah yang menyebutkan bahwa wanita tidak melakukan masturbasi. Kenyataannya, penelitian menyebutkan bahwa wanita-wanita yang melakukan masturbasi justru memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi daripada wanita-wanita yag tidak pernah melakukannya.

Manfaat Masturbasi Bagi Kesehatan

Dari segi kesehatan aktitas seks memuaskan diri sendiri dengan masturbasi ternyata punya beberapa manfaat, misalnya membantu mengurangi resiko terkena kanker prostat di usia tua dan dapat mengurangi kram saat menstruasi pada wanita.
Lengkapnya, berikut ini beberapa manfaat kesehatan masturbasi yang perlu diketahui:
  1. Mengurangi stres
  2. Meningkatkan harga diri
  3. Relaksasi otot
  4. Membantu seseorang untuk tidur
  5. Meningkatkan pelepasan hormon endorfin (endorphins) dari sistem syaraf yang berguna untuk menimbulkan perasaan bahagia, senang dan nyaman
  6. Masturbasi pada wanita mengurangi kram saat menstruasi
  7. Memudahkan beberapa gejala sindrom pramenstruasi
  8. Meredakan depresi
  9. Meningkatkan aliran darah dalam tubuh manusia
  10. Mencegah perkembangan kanker prostat pada pria
  11. Obat alami yang efektif menyembuhkan insomnia
  12. Masturbasi dianggap sebagai latihan kardiovaskular, tapi belum terbukti secara ilmiah.
  13. Membakar kalori selama sesi masturbasi
  14. Menurunkan tekanan darah dan mengurangi sakit kepala dan nyeri otot
  15. Masturbasi juga dapat dilihat sebagai teknik seksual yang melindungi individu dari resiko tertular penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan
  16. Masturbasi menyebabkan pelepasan ketegangan seksual. Masturbasi memungkinkan seseorang untuk mengekspresikan seksualitas mereka dalam berbagai situasi, misalnya, jika mereka tidak memiliki pasangan bercinta atau jika mereka ingin (atau harus) menjauhkan diri dari seks untuk alasan apapun
  17. Masturbasi adalah perawatan populer dari disfungsi seksual. Pria yang menderita ejakulasi dini bisa menjadikan masturbasi sebagai latihan untuk mengontrol ejakulasi
Yang perlu diketahui adalah seperti aktifitas apa pun yang jika dilakukan terlalu sering sampai menimbulkan efek kecanduan tentu akan buruk bagi tubuh. Begitupula dengan  Masturbasi, beberapa peneliti menyebutkan masturbasi berlebihan menyebabkan ejakulasi dini dan menyebabkan gangguan fungsi seksual lainnya.
Karena itu perlu juga diketahui beberapa tips dan cara melakukan onani yang benar dan sehat agar resiko-resiko yang mungkin terjadi dapat dihindari. Bahaya melakukan onani pada wanita jika tidak dilakukan dengan hati-hati adalah dapat merusak keperawanan atau lapisan hymen pada vagina bagian luar.

Seberapa Seringkah Masturbasi Normalnya Dilakukan

Frekuensi normal bermasturbasi adalah topik yang banyak dibicarakan para peneliti. Normalnya masturbasi dan onani dapat dilakukan beberapa kali per hari, minggu atau bulan sampai dengan tidak pernah bermasturbasi sama sekali. Melakukan masturbasi secara berulang-ulang tidak masalah kecuali jika dikaitkan dengan gangguan obsesif kompulsif, di mana seseorang memiliki keinginan untuk melakukan itu lagi dan lagi, dan mengabaikan kehidupan sosialnya.

DAMPAK ONANI ATAU NGOCOK

Kasus 1: “Saya seorang pemuda berusia 19 tahun, belum menikah, sudah bekerja sejak umur 14 tahun. Saya sering melakukan masturbasi, sampai sekarang. Bahkan terlalu sering, sampai-sampai hampir 1 hari 2 kali saya melakukannya. Kebiasaan itu tak bisa saya hilangkan. Setiap kali kelamin ereksi, saya melakukan masturbasi, seringnya kalau bangun tidur. Dengan itu saya merasa puas. Yang ingin saya tanyakan adalah: Apakah terlalu sering onani mengakibatkan mani encer? Apakah efek samping onani memakai sabun? Apakah ada efeknya kalau sehabis mengeluarkan sperma tidak dicuci? Apakah onani bisa mengganggu pekerjaan karena saya termasuk pekerja berat? Terus terang, saya merasa takut, apalagi kalau mengakibatkan lemah syahwat.”
(R.W., Jakarta)

Kasus II:

“Nama saya Rizal, saya laki-laki berusia 23 tahun, berat badan 57 kg, tinggi 165 cm. Mahasiswa pasca sarjana di salah satu perguruan tinggi di Bandung, belum menikah. Saya punya masalah tentang kehidupan seks, sejak berumur 20 tahun saya sering melakun onani sendiri karena tidak sanggup menahan nafsu syahwat saya. saya biasanya melakukannya seminggu sekali bahkan seminggu sampai 3 kali. Namun sekarang gairah saya semakin meninggi. Perlu dokter ketahui sekarang hampir setiap hari saya melakukan onani, bahkan sehari itu bisa sampai 2 kali, kadang berhenti sehari kalau saya sedang kelelahan namun hasrat untuk melakukannya tetap ada, saya sudah berusaha menahannya dengan berbagai cara termasuk olahraga, namun setelah olahraga saya kembali bergairah. Yang ingin saya tanyakan kepada dokter yaitu: Apakah dengan seringnya melakukan onani akan berakibat buruk bagi kesehatan tubuh saya? Apakah sering melakukan onani akan mengakibatkan kemandulan? Bagaimana cara mengatasinya? Atas bantuan serta saran dari dokter saya ucapkan terima kasih.”
(Rizal, Bandung)

Jawaban:
Banyak Mitos
Agaknya masih banyak orang belum cukup mengerti tentang masturbasi. Padahal, banyak orang melakukannya. Yang pasti pula, banyak informasi salah yang beredar di masyarakat mengenai masturbasi, antara lain seperti yang Anda tanyakan.

Berdasarkan data penelitian yang ada, hampir semua pria dan sekitar 70-80 persen wanita pernah melakukan masturbasi. Memang banyak informasi yang salah tentang masturbasi, misalnya dapat menimbulkan berbagai akibat buruk. Agaknya informasi salah ini merupakan sebagian mitos tentang seks yang terus beredar di masyarakat sampai saat ini.

Pada abad XVIII terbit sebuah buku yang ditulis oleh Tissot dari Prancis, berjudul Onana. Di situ diuraikan beberapa macam penyakit yang timbul sebagai akibat masturbasi. Ternyata dengan perkembangan ilmu pengetahuan, terbukti bahwa pendapat Tissot salah sama sekali.

Tidak benar masturbasi dapat menimbulkan akibat buruk bagi kesehatan, termasuk sperma. Jadi, tidak ada gangguan kuantitas dan kualitas sperma yang disebabkan melakukan masturbasi. Memang, masturbasi yang dilakukan secara tergesa-gesa agar cepat mencapai ejakulasi dikhawatirkan dapat melatarbelakangi terjadinya ejakulasi dini pada pria. Sementara itu, kalau Anda terlalu sering melakukannya, tentu saja Anda akan merasa payah karena masturbasi. Sama seperti hubungan seksual, onani juga memerlukan energi.

Keseimbangan
Penggunaan sabun tidak menimbulkan akibat apa-apa asal tidak mengandung zat yang bersifat menimbulkan rangsangan pada lapisan dalam kulit.

Beberapa zat bersifat terlalu kuat untuk lapisan dalam kulit, sehingga menimbulkan semacam luka lecet.
Bila melihat aktivitas masturbasi yang Anda lakukan ternyata sangat sering, saya berpikir Anda mungkin kurang melakukan aktivitas yang seimbang antara aktivitas fisik dan mental. Sebab, kalau Anda cukup melakukan aktivitas fisik dan mental, saya yakin dorongan seksual Anda akan tertekan. Dengan demikian, Anda tidak akan selalu terangsang, sehingga dapat menahan diri untuk tidak selalu melakukan masturbasi.
Mungkin saja pekerjaan Anda sekarang cukup berat secara fisik. Meski begitu, kalau tidak diimbangi dengan kegiatan yang bersifat mental, tetap saja Anda akan sering merasakan dorongan seksual Anda yang kuat. Jadi, harus ada keseimbangan antara aktivitas fisik dan mental.

Selain itu, kalau sering menerima rangsangan seksual dari luar, misalnya melalui gambar atau video porno, dorongan seksual Anda akan semakin kuat.
 
Penelitian di Amerika menunjukan bahwa kebiasaan onani/Ngock/Ngaloco atau apapun itu istilanhya ternyata dapat menurunkan atau menekan kemungkinan terjadinya kanker prostat pada usia tua. Namun jangan jadikan itu sebagai pembenaran untuk melakukan hal tersebut. Sesuatu yang diharamkan akan tetap demikian adanya walupun kadarnya sedikit atau banyak. Wahllahu 'Alam.....

Jumat, 13 Januari 2012

Selasa, 16 Agustus 2011

Indonesia Tarik Komodo dari New7Wonders

Indonesia Tarik Mundur Komodo dari "Seven Wonders"

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menarik mundur Taman Nasional Komodo (TNK) sebagai finalis dalam ajang pemilihan tujuh keajaiban alam baru atau "New seven wonders of nature" (N7WN).
"Keputusan ini diambil karena pihak penyelenggara kampanye New 7 Wonders (N7W) Foundation telah melakukan tindakan tidak profesional, tidak konsisten, dan tidak transparan, serta tidak memiliki kredibilitas yang dapat dipertanggungjawabkan," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar), Jero Wacik, di Jakarta, Senin.
Menurut menteri ketika secara resmi mengumumkan keputusan itu dalam acara jumpa pers, meski TNK mengundurkan diri dari kampanye pemilihan tujuh keajaiban alam baru bersi yayasan New 7 Wonders, namun TNK tetap merupakan "world heritage" atau warisan dunia yang diakui Unesco pada 1991.
Pada Agustus 2008, Kemenbudpar menjadi Official Supporting Committee (OSC)/Lead Agency untuk mendukung TNK sebagai salah satu dari 7 keajaiban alam baru yang pemilihannya dilakukan melalui "online voting".
Kemenbudpar telah melakukan serangkaian kegiatan kampanye "online" dan "offline" baik di dalam maupun di luar negeri untuk mempromosikan dan mendukung TNK dan telah membuahkan hasil pada 21 Juli 2009 saat TNK terpilih sebagai salah satu dari 28 finalis kampanye N7WN setelah menyisihkan 440 nominasi dari 220 negara.
Dalam perjalanannya muncul polemik, yayasan N7W pada awal Desember 2010 menyatakan setuju Indonesia dalam hal ini Jakarta sebagai Tuan Rumah Penyelenggaraan (Official Host) deklarasi 7 keajaiban dunia alam.
Panitia kemudian menyaratkan Pemerintah Indonesia membayar "license fee" sebagai tuan rumah penyelenggaraan deklarasi sebesar 10 juta dolar AS serta menyiapkan 35 juta dolar AS sebagai biaya penyelenggaraan acara deklarasi.
Padahal Kemenbudpar baru sekadar menyatakan minat untuk menjadi tuan rumah namun sama sekali belum menandatangani persetujuan apapun maupun mendaftarkan proposal "bidding" resmi seperti yang disyaratkan yayasan N7W pada dokumen New7Wonders Official Host Worldwide Bidding Tender.
Permintaan itu kemudian ditolak oleh Kemenbudpar karena dinilai tidak realistis namun sebagai reaksi penolakan itu, yayasan N7W pada akhir Desember 2010 mengancam akan mengeliminasi TNK sebagai finalis N7W.
Menurut Wacik, kedua hal tersebut sangat tidak berhubungan karena keberadaan TNK sebagai finalis kampanye N7WN dan penawaran yayasan N7W untuk menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan merupakan dua hal yang berbeda dan seharusnya tidak memiliki keterkaitan sama sekali.
Pada 7 Februari 2011, yayasan N7W memutuskan untuk tetap mempertahankan TNK sebagai finalis namun melakukan tindakan penghapusan peran Kemenbudpar sebagai OSC.
Keputusan itu dianggap sepihak dan tidak adil karena tidak didasari dengan alasan yang jelas, selain itu pihak N7W tidak mencabut maupun membatalkan perjanjian Standard Participating Agreement yang merupakan satu-satunya dokumen resmi yang telah ditandatangani bersama pada awal kampanye yang menyatakan Kemenbudpar adalah OSC dari TNK pada kampanye N7WN.
Kemenbudpar kemudian menunjuk pengacara Todung Mulya Lubis untuk menghadapi persoalan itu.
Todung berpendapat, Kemenbudpar tidak pernah melakukan "wan-prestasi" dalam Standard Participating Agreement yang telah disepakati.
"Kami sudah kirimkan surat somasi yang dijawab oleh `legal consult` mereka di London. Kami balas surat itu dan hingga hari ini tidak ada tanggapan dari mereka," katanya.
Ia menambahkan tindakan yayasan N7W menghapus Kemenbudpar sebagai OSC melanggar prinsip hukum universal.
"Tidak ada perjanjian yang dibatalkan secara sepihak karena tidak ada pelanggaran yang terjadi di sini," katanya.

Stop Kampanye

Kemenbudpar menemukan beberapa fakta tentang yayasan N7W yang sangat berorientasi komersil, meski menyatakan diri sebagai yayasan nirlaba. Selain itu pelaksanaan kampanye N7WN tidak konsisten dan transparan.
Sebagai sebuah organisasi internasional, pihaknya menilai yayasan itu sangat ganjil ketika ditemukan fakta bahwa yayasan N7W tidak memiliki domisili/kantor yang jelas dan dikelola oleh hanya segelintir orang (kemungkinan hanya merupakan virtual office) namun hendak berurusan dengan transaksi jutaan dolar AS.
"Masyarakat dunia akan tetap mengakui Komodo sebagai `the one and only real dragon in the world` dan fakta ini tidak akan dapat tergantikan. Untuk itu kami tetap berkomitmen untuk mengembangkan dan mempromosikan TNK sebagai kawasan konservasi dan destinasi pariwisata internasional di Indonesia. Melalui branding `Komodo the Real Wonder of the World`, kita akan promosikan TNK ke seluruh dunia," kata Wacik.
Pihaknya yang telah berperan sebagai "lead agency" untuk TNK pada kampanye N7WN berketetapan tidak melanjutkan kampanye bersama dengan yayasan N7W.
Dirjen Pemasaran Kemenbudpar Sapta Nirwandar menyatakan TNK sebagai finalis N7W selama tiga tahun telah gencar dipromosikan ke mancanegara.
"TNK telah dikenal masyarakat dunia dan kunjungan ke destinasi itu juga meningkat pesat," kata Sapta.
Pada 2007 di mana awal program kampanye dilakukan jumlah wisman yang berkunjung baru sebanyak 16.000 orang, pada 2008 dan 2009 meningkat menjadi masing-masing 21.000 dan 36.000 wisman.
Sedangkan pada 2010 jumlah itu melonjak menjadi 45.000 wisman.